Jakarta_ bidiklensa.click Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan geopolitik global dinilai sebagai langkah strategis yang menunjukkan kesiapan nasional dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang matang dari Presiden Prabowo Subianto dalam merespons dinamika global yang tidak menentu.
Menurut Andre, saat ini lebih dari 80 negara di dunia, termasuk sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, telah menaikkan harga BBM akibat tekanan harga energi internasional. Namun Indonesia memilih tetap mempertahankan harga demi menjaga daya beli masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik ataupun melakukan pembelian berlebih di SPBU. âTidak ada kenaikan harga BBM dan stok juga dalam kondisi aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,â ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Sebagai mitra kerja PT Pertamina, Komisi VI DPR RI disebut terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia. Andre memastikan bahwa hingga saat ini ketersediaan BBM nasional masih berada pada level aman.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung wacana pembatasan pembelian BBM yang sempat mencuat. Menurutnya, kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan awal dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. âKami masih menunggu skema yang akan dirumuskan bersama antara pemerintah, Kementerian ESDM, dan Pertamina,â katanya.
DPR, lanjut Andre, pada prinsipnya akan mendukung setiap langkah pemerintah yang bertujuan menjaga efisiensi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Pertamina, sesuai arahan langsung Presiden.
Dalam keterangannya, Prasetyo menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Ia menyebut, stabilitas harga energi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi nasional.
âPresiden selalu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan,â ujarnya.
Langkah mempertahankan harga BBM ini dipandang sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik.
Dengan stok yang dipastikan aman serta harga yang tetap stabil, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan tenang tanpa tekanan tambahan dari sektor energi.
Red tim



