SEMARANG – bidiklensa.click Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang melaksanakan kegiatan razia kamar hunian dan tes urine serentak bagi pegawai serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rabu (Maret 2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait pedoman pelaksanaan program Pemasyarakatan Bersih.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural serta staf. Selain itu, kegiatan juga melibatkan aparat penegak hukum dari Koramil dan Polsek Ngaliyan, serta dihadiri perwakilan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan tes urine bagi 117 pegawai Lapas Kelas I Semarang pada pukul 08.30 WIB. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pegawai dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Selanjutnya, pada pukul 15.30 WIB dilakukan penggeledahan kamar hunian di Blok C, D, dan E dengan total 32 kamar. Dari hasil razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang terlarang, di antaranya satu unit alat komunikasi, satu buah charger, satu kabel, serta satu senjata tajam rakitan.
Bersamaan dengan kegiatan razia, Lapas Kelas I Semarang juga melaksanakan tes urine terhadap 822 warga binaan. Hasilnya, seluruh warga binaan yang diperiksa dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga integritas serta memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang.
“Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen kami dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba dan barang terlarang. Tidak hanya kepada warga binaan, tetapi juga kepada seluruh pegawai sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas institusi,” ujar Ahmad Tohari.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan aparat penegak hukum serta dukungan dari Kantor Wilayah menjadi kunci dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan langkah preventif secara berkelanjutan. Harapannya, Lapas Kelas I Semarang dapat terus menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.
Red tim



