Semarang, 12 April 2026 —bidiklensa.click Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Daerah Jawa Tengah menegaskan arah baru penguatan profesi melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang diselenggarakan pada 11–12 April 2026 di Kotta Hotel, Semarang.
Forum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum strategis dalam merespons tantangan profesionalisme, peningkatan kompetensi, serta relevansi desainer interior di tengah dinamika industri kreatif yang terus berkembang.

Mengusung tema “Designing With Care, Standing for Profession”, Musda tahun ini menitikberatkan pada keberlanjutan organisasi dan peneguhan standar profesi. Tema ini merefleksikan kebutuhan akan desainer interior yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki integritas, kompetensi terukur, serta kesiapan menghadapi transformasi industri berbasis teknologi.
Rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang pembelajaran dan konsolidasi. Pra-Musda menghadirkan Interior Talk bertema “Beyond The Field: Sport Facility Design for a Healthier Lifestyle”, yang memperluas perspektif peran desain interior dalam mendukung kualitas hidup. Kegiatan ini turut diperkuat melalui interaksi komunitas, seperti turnamen padel serta kolaborasi kreatif bersama komunitas arsitektur di Selojene, Salatiga.
Pada hari pertama, Sabtu (11/4), pameran karya menampilkan praktik terbaik dari 20 desainer interior Jawa Tengah serta eksplorasi gagasan dari kalangan akademisi. Selain apresiasi karya, HDII Jawa Tengah juga menekankan pentingnya standarisasi profesi melalui workshop Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) sebagai instrumen validasi keahlian. Workshop 360° Tour dalam Karya Interior turut menunjukkan dorongan kuat terhadap adopsi teknologi dalam cara desainer mengomunikasikan karya.
Memasuki hari kedua,
Minggu (12/4), talkshow bertema “Dari Nol ke Satu – Membuka Biro Konsultan Interior dan Tantangan Masa Kini” mengangkat realitas dunia praktik, mulai dari ketatnya persaingan, tuntutan profesionalisme, hingga kebutuhan adaptasi terhadap model bisnis baru. Forum ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan desain, tetapi juga kapasitas manajerial dan strategi usaha.
Puncak Musda ditandai dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2022–2025 oleh Rosalia Rachma Rihadiani, yang merefleksikan capaian sekaligus tantangan organisasi selama tiga tahun terakhir. Melalui mekanisme musyawarah, forum menetapkan Robertus Pipit sebagai Ketua HDII Jawa Tengah periode 2026–2029.
Penetapan ini menandai fase baru kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat posisi HDII sebagai garda depan dalam menjaga standar profesi, memperluas jejaring industri, serta menjembatani kesinambungan antara dunia pendidikan dan praktik profesional.
Kehadiran Ketua HDII Pusat, Adi Surya Triwibowo, turut menegaskan pentingnya sinergi nasional dalam meningkatkan daya saing desainer interior Indonesia.
Sebagai penutup, forum ini menegaskan kesinambungan kepemimpinan dan peran tokoh dalam organisasi, mulai dari Rosalia Rachma Rihadiani yang telah mengemban kepemimpinan sebelumnya, dilanjutkan oleh Robertus Pipit sebagai ketua terpilih, dengan dukungan dan arahan dari Adi Surya Triwibowo, serta kontribusi pemikiran dari tokoh daerah seperti Deded Hadi Pratikno. Sinergi lintas peran ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga arah organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan profesi desainer interior di Jawa Tengah.
Musda HDII Jawa Tengah 2026 menegaskan bahwa masa depan profesi tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga pada kemampuan kolektif untuk membangun sistem yang kredibel, terstandar, dan adaptif. Di tengah percepatan perubahan industri, HDII Jawa Tengah mengambil posisi tegas: profesi desainer interior harus berdiri dengan kualitas terukur dan tanggung jawab yang jelas.
Seluruh rangkaian kegiatan terselenggara berkat dukungan mitra industri dan kolaborasi aktif anggota, menunjukkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada sinergi yang berkelanjutan.



