Sabtu, Oktober 10, 2026
spot_img
spot_img

Dari TNI-Polri hingga IPWL, BNNP Jateng Gerakkan Grobogan Lawan Narkoba

 

*GROBOGAN, 5 Oktober 2026* —bidiklensa.click Perang melawan narkoba tidak cukup dilakukan dengan penindakan. Pencegahan harus masuk hingga ke desa, keluarga, dan lingkungan terdekat masyarakat. Pesan itu dibawa Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Drs. Edi Swasono, M.M., dalam road show P4GN di Kabupaten Grobogan, Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam sehari penuh, Kepala BNNP Jawa Tengah bersama jajaran bergerak dalam sejumlah agenda, mulai dari menghadiri rangkaian HUT TNI di Kodim 0717/Grobogan, memberikan arahan kepada Bhabinkamtibmas Polres Grobogan, menyerahkan bantuan air bersih dan bantuan bagi penyandang disabilitas, hingga mengunjungi IPWL Al-Ma’la. Empat agenda tersebut memiliki satu benang merah: memperkuat kolaborasi dan memperluas jangkauan P4GN dari institusi hingga masyarakat.

Road show diawali dengan kunjungan ke Kodim 0717/Grobogan dalam rangkaian peringatan HUT TNI. Pada kesempatan tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah menyerahkan penghargaan kepada Komandan Kodim 0717/Grobogan Letnan Kolonel Inf. Wefri Sandiyanto sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Dari Kodim, penguatan P4GN berlanjut ke jajaran Polres Grobogan. Kepala BNNP Jawa Tengah memberikan arahan kepada para Bhabinkamtibmas yang menjadi salah satu ujung tombak Polri dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama, S.I.K., M.M., diwakili Wakapolres Grobogan Kompol Muhamad Fadhlan, S.H., M.H. Kepala BNNP Jawa Tengah juga menyerahkan penghargaan kepada Kapolres Grobogan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi dalam P4GN.

Kepala BNNP Jawa Tengah menekankan bahwa Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. “Bhabinkamtibmas diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga mampu mengedukasi warga, mengenali potensi kerawanan, mendorong deteksi dini, dan menghubungkan masyarakat dengan layanan yang tepat ketika menghadapi persoalan narkotika,”terangnya.

Baca Juga  Pengusaha Pembibitan Mengaku Diancam dan Diintimidasi Oknum Personel Polres Bireuen, Kapolda Aceh Harus Segera Beri Tindakan Tegas

Pesan tersebut menjadi penting karena pencegahan narkoba tidak selalu dimulai dari ruang penindakan. Banyak persoalan justru dapat dicegah ketika tanda-tanda kerawanan dikenali lebih awal oleh lingkungan terdekat. Dalam arahannya, Kepala BNNP Jawa Tengah juga memaparkan perkembangan ancaman narkotika.

“ Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa. Di Jawa Tengah, prevalensi tercatat 1,3 persen atau sekitar 195.000 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa narkotika bukan persoalan yang hanya berada di kota besar atau lingkungan tertentu. Peredarannya dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan memanfaatkan perkembangan teknologi serta jaringan yang semakin kompleks.”ungkapnya.

Sedangkan wakapolres Grobogan menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. “Fokus kita jelas, lingkungan harus dijaga. Jangan sampai kita menunggu hingga anak-anak kita menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui kepedulian keluarga, sekolah, dan masyarakat.”terangnya.

Menurut Fadhlan, posisi Bhabinkamtibmas sangat strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah binaan. Karena itu, personel Bhabinkamtibmas didorong untuk aktif memberikan edukasi, meningkatkan kewaspadaan, melakukan deteksi dini, serta mengajak keluarga memperkuat pengawasan terhadap anak dan generasi muda. “Pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi. Integritas dan disiplin personel menjadi bagian penting agar aparat tidak justru terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.,”tegasnya

Road show kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosial. Jajaran Polres Grobogan menyalurkan 60.000 liter air bersih kepada masyarakat di enam desa, yakni Desa Karanganyar dan Rejosari di Kecamatan Purwodadi; Desa Getasrejo di Kecamatan Grobogan; Desa Mayahan di Kecamatan Tawangharjo; Desa Jambon di Kecamatan Pulokulon; serta Desa Balongarang di Kecamatan Penawangan.

Selain bantuan air bersih, diberikan pula bantuan kursi roda kepada seorang anak penyandang disabilitas. Bagi BNNP Jawa Tengah, rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa membangun masyarakat yang tangguh terhadap narkoba tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Lingkungan yang sehat, kepedulian sosial, komunikasi yang terbuka dan kehadiran negara di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat.

Baca Juga  BNNP Jateng: Jangan Tunggu Narkoba Masuk Sekolah, Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Jadi Benteng Utama

Agenda terakhir membawa road show ke IPWL Al-Ma’la. Kunjungan ini menegaskan bahwa penanganan narkotika tidak berhenti pada pemberantasan jaringan dan penindakan hukum. Mereka yang mengalami ketergantungan juga membutuhkan akses pemulihan dan rehabilitasi.

Masyarakat didorong tidak memberikan stigma atau menyembunyikan anggota keluarga yang mengalami persoalan penyalahgunaan narkotika. Sebaliknya, keluarga perlu mencari bantuan melalui layanan yang tersedia agar penyalahguna dapat memperoleh penanganan sesuai ketentuan.
Ketua IPWL Al Ma’la Grobogan, Junaidi, menginformasikan bahwa kunjungan BNNP Jawa Tengah menjadi penguatan bagi layanan rehabilitasi di daerah, sekaligus mempererat sinergi dalam penanganan penyalahgunaan narkotika.

“Kolaborasi antara BNN dan IPWL diperlukan untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan rehabilitasi yang tepat dan mudah dijangkau.Kerja sama tersebut juga diharapkan semakin meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa penyalahguna narkotika membutuhkan pertolongan dan pendampingan, bukan stigma.,”terangnya.

Junaidi juga menekankan bahwa dengan dukungan layanan rehabilitasi yang berkelanjutan, penyalahguna diharapkan dapat pulih, kembali produktif, serta menjalankan fungsi sosialnya di tengah keluarga dan lingkungan masyarakat. “Penyalahguna narkotika membutuhkan pertolongan dan pemulihan, sementara jaringan peredaran gelap tetap harus diberantas secara tegas.”tambahnya.

Empat titik kunjungan Kepala BNNP Jawa Tengah di Grobogan akhirnya bertemu pada satu tujuan: membangun sistem pertahanan masyarakat terhadap narkoba dari hulu hingga hilir—dari sinergi TNI-Polri, penguatan aparat di tingkat desa, kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, hingga akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya P4GN di Kabupaten Grobogan sekaligus mendukung target lebih besar Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045.

Red tim

Berita Lainnya

Top News

Peristiwa

Trending News

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img

Polri